{"id":178,"date":"2022-11-15T08:37:02","date_gmt":"2022-11-15T08:37:02","guid":{"rendered":"https:\/\/miftachussunnah.id\/?p=178"},"modified":"2022-11-17T08:37:21","modified_gmt":"2022-11-17T08:37:21","slug":"kh-hilmy-muhammad-ungkap-tantangan-pembelajaran-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miftachussunnah.id\/?p=178","title":{"rendered":"KH. Hilmy Muhammad Ungkap Tantangan Pembelajaran Al Quran"},"content":{"rendered":"<p><strong>Krapyak, MS2<\/strong> &#8211; Kementerian Agama menggelar Multaqa Ulama Al-Quran Nusantara di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Tuan rumah dikenal sebagai pesantren yang telah melahirkan ratusan ribu penghafal Al-Quran.<\/p>\n<p>Memberi sambutan pada seremonial pembukaan, Pengasuh Pesantren Al-Munawir KH. Hilmy Muhammad&nbsp; mengungkap bahwa di antara tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengajarkan cara membaca Al-Qur\u2019an dengan baik dan memahaminya dengan baik pula.<\/p>\n<p>\u201cAl-Qur\u2019an adalah panduan umat Islam, maka bagaimana memasyarakatkan Al-Qur\u2019an merupakan tugas kita bersama,\u201d ujarnya di Pesantren Al-Munawwir, Selasa (15\/11\/2022).<\/p>\n<p>Akan hal itu, Kyai Hilmy, panggilan akrabnya, mengusulkan agar Multaqa merekomendasikan penambahan kurikulum pendidikan agama di jenjang MI, MTs, MA, atau SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Menurutnya kurikulum agama di lembaga pendidikan saat ini masih kurang.<\/p>\n<p>\u201cKita berharap kurikulum agama di lembaga pendidikan ditambah agar anak didik kita bisa membaca Al-Qur\u2019an dan memahaminya minimal sedikit-sedikit,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain penambahan kurikulum, anggota DPD RI itu juga mengusulkan agar Multaqa membahas kurikulum pembelajaran Al-Qur\u2019an. \u201cKita melihat kualitas pondok pesantren yang katanya mengajarkan Al-Qur\u2019an, tetapi dalam praktiknya bacaan belum bagus, santri sudah disuruh menghafal Al-Qur\u2019an,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Gelaran Multaqa Ulama Al-Qur\u2019an Nusantara 2022 dihadiri sejumlah ulama dan pakar Al-Qur&#8217;an dari berbagai daerah di nusantara.<\/p>\n<p>Pengasuh Pesantren Al-Munawwir, KH. R Abdul Hamid Abdul Qadir, yang juga memberikan sambutan berpesan bahwa terselenggaranya Multaqa ini tidak bisa dilepaskan dari beberapa unsur.&nbsp;<\/p>\n<p>Pertama, pesan dalam Surat Al-Hijr ayat 9 yang menyatakan bahwa yang menjaga Al-Qur\u2019an adalah Allah. \u201cMelalui Surat Al-Hijr ayat 9 Allah menegaskan bahwa yang menurukan dan menjaga Al-Qur\u2019an adalah Allah,\u201d terang Kiai Hamid.<\/p>\n<p>Akan tetapi, lanjut Kiai Hamid, dalam menjaga Al-Qur\u2019an Allah juga melibatkan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad, dan ulama-ulama dari generasi ke generasi. \u201cKita yang diberi kesadaran untuk mempelajari, mengkaji, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran disemangati ayat ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kedua, pesan dalam Surat Al-Qamar ayat 32 yang menjelaskan bahwa Allah akan memudahkan para penghafal Al-Qur\u2019an. \u201cArtinya dari ayat tersebut, Allah sudah menjamin barang siapa mau mempelajari Al-Qur\u2019an maka akan dimudahkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ketiga, Al-Qur\u2019an merupakan sesuatu yang haq. \u201cAllah telah menurunkan Al-Qur\u2019an dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur&#8217;an itu telah turun dengan membawa kebenaran,\u201d terang Kiai Hamid menyitir Surat Al-Isra ayat 109.<\/p>\n<p>Mengutip Imam Syatibi, cucu Kiai Munawwir itu menegaskan bahwa Al-Qur\u2019an memiliki syafaat yang sangat besar. \u201cKalau kita benar-benar istiqamah, konsisten, teguh memegang Al-Qur\u2019an maka akan dicukupi Allah, baik di dunia, lebih-lebih di akhirat,\u201d pungkasnya. <em><strong>kmg<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Krapyak, MS2 &#8211; Kementerian Agama menggelar Multaqa Ulama Al-Quran Nusantara di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Tuan rumah dikenal sebagai pesantren yang telah melahirkan ratusan ribu penghafal Al-Quran. Memberi sambutan pada seremonial pembukaan, Pengasuh Pesantren Al-Munawir KH. Hilmy Muhammad&nbsp; mengungkap bahwa di antara tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengajarkan cara membaca Al-Qur\u2019an dengan baik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[20,18,19],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/178"}],"collection":[{"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/178\/revisions\/180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miftachussunnah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}